Cegah Kenakalan Remaja, Sat Binmas Polres Kotim Sambangi SMPN 1 Kota Besi

Berita Terbaru

Cegah Kenakalan Remaja, Sat Binmas Polres Kotim Sambangi SMPN 1 Kota Besi

Spasinews.com // SAMPIT – Dalam upaya menekan angka kenakalan remaja dan membentuk karakter generasi muda yang disiplin, Sat Binmas Polres Kotawaringin Timur (Kotim) melaksanakan kegiatan penyuluhan di SMPN 1 Kota Besi, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotim, Senin (06/04/2026) pagi.


Kegiatan ini diawali dengan pelaksanaan upacara bendera, di mana Aiptu Purwanto bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya wawasan kebangsaan serta kewaspadaan dini terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba yang kerap menyasar kalangan pelajar.


Edukasi Literasi Digital dan Karakter
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan sesi penyuluhan intensif yang dipimpin oleh Aipda Sulastri, A.Md. Materi yang disampaikan fokus pada bentuk-bentuk kenakalan remaja di lingkungan sekolah serta langkah-langkah preventif yang dapat dilakukan oleh siswa.


Selain itu, para siswa juga dibekali pemahaman mengenai etika berkomunikasi di dunia maya. Aipda Sulastri mengimbau agar para remaja bijak dalam memanfaatkan teknologi informasi dan media sosial.

“Siswa harus mampu menyaring informasi, menghindari penyebaran berita hoaks, serta menjauhi ujaran kebencian yang dapat berimplikasi pada masalah hukum,” tegasnya.

Membangun Generasi Disiplin
Kapolres Kotawaringin Timur, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, S.H., S.I.K., M.H., melalui Plt Kasat Binmas Iptu Andi Wahono, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah nyata Polri dalam merangkul institusi pendidikan.


“Melalui edukasi ini, kami berharap para siswa memahami dampak buruk perilaku menyimpang dan pelanggaran hukum. Tujuannya jelas, yakni membentuk karakter remaja yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki masa depan yang bersih dari pengaruh negatif,” ujar Iptu Andi Wahono.


Dengan adanya penyuluhan rutin ini, Polres Kotim berharap tercipta lingkungan sekolah yang aman dan kondusif, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan optimal tanpa gangguan masalah sosial remaja. (Hms).

Share this content:

Post Comment