Sebut Keadilan Sosial Hanya Mimpi, Jelani Christo Soroti Salah Kelola Pemerintahan
Spasinews.com // JAKARTA — Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dinilai masih sebatas angan-angan akibat tata kelola pemerintahan yang keliru.
Hal tersebut disampaikan oleh pakar hukum dan advokat, Jelani Christo, S.H., M.H., dalam keterangannya terkait kondisi pembangunan nasional, ekonomi, serta penegakan hukum saat ini.
Menurut Jelani, terdapat beberapa faktor utama yang menjadi pemicu utama gagalnya pemenuhan keadilan sosial di tengah masyarakat:
Ketimpangan Ekonomi: Distribusi kekayaan nasional tidak merata.
Pertumbuhan ekonomi cenderung hanya dinikmati oleh kelompok tertentu, sementara masyarakat lapisan bawah terus kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
Korupsi dan Penyelewengan Kekuasaan:
Anggaran serta kebijakan publik yang seharusnya ditujukan untuk kesejahteraan—seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur—marak dikorupsi atau disalurkan tidak tepat sasaran.
Penegakan Hukum Tebang Pilih:
Prinsip keadilan sulit terwujud ketika hukum tajam ke bawah namun tumpul ke atas, sehingga masyarakat kecil kehilangan rasa perlindungan hukum yang setara.
Kebijakan Tidak Inklusif: Pembangunan nasional masih berpusat pada wilayah tertentu (urban-sentris), yang berakibat pada pengabaian masyarakat di daerah pelosok dan kelompok marjinal.
Meski demikian, Jelani menegaskan bahwa tantangan ini bukan berarti tanpa solusi.
Keadilan sosial tetap dapat diwujudkan apabila pemerintah mengambil langkah konkrit dalam pembenahan sistem.
”Pembenahan sistem tata kelola, transparansi publik, partisipasi aktif masyarakat, serta penguatan lembaga pengawas merupakan kunci utama untuk mengubah mimpi keadilan sosial tersebut menjadi kenyataan,” pungkasnya.(Bony A)




Post Comment