MBG Pulau Maya: Makanan Siswa SD 13 Diduga Berulat, Pengelola Disorot

Berita Terbaru

MBG Pulau Maya: Makanan Siswa SD 13 Diduga Berulat, Pengelola Disorot

SATAI, Pulau Maya, spasinews.com

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan serius. Kali ini, dugaan kelalaian mencuat dari SD 13 desa  kemboje tengah Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, setelah ditemukan ulat  belatung di dalam  nasi dan sayuran yang disajikan kepada siswa.

Informasi tersebut beredar melalui laporan internal pada Jumat (2/5/2026), yang berisi permohonan maaf dari pihak terkait. “Mohon maaf, makanan ada ulatnya,” demikian bunyi pesan yang tersebar. Temuan ini langsung memicu reaksi keras dari masyarakat, terutama para orang tua siswa yang khawatir terhadap kesehatan anak-anak mereka.

Program MBG di wilayah ini diketahui dikelola oleh Awaludin  SPPG Kayong Utara Pulau Maya melalui Yayasan Surya Gizi Lestari. Namun, insiden ini memunculkan pertanyaan besar terkait standar kebersihan, pengawasan, dan kualitas makanan yang disediakan.

Sejumlah pihak menilai kejadian ini bukan sekadar kelalaian biasa, melainkan indikasi lemahnya sistem kontrol dalam pengolahan dan distribusi makanan. “Ini menyangkut konsumsi anak-anak. Tidak bisa dianggap remeh. Harus ada tanggung jawab jelas dari pengelola,” tegas salah satu warga.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak SPPG maupun Yayasan Surya Gizi Lestari terkait insiden tersebut. Pihak sekolah juga belum memberikan klarifikasi terbuka.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi pelaksanaan program MBG, yang sejatinya bertujuan meningkatkan gizi anak, namun justru berpotensi membahayakan jika tidak dijalankan secara profesional dan higienis. Masyarakat kini mendesak adanya investigasi menyeluruh serta evaluasi terhadap pihak pengelola agar kejadian serupa tidak terulang.

Jika terbukti ada kelalaian, publik menilai sanksi tegas harus diberikan. Sebab, menyangkut makanan anak sekolah, kompromi bukanlah pilihan.(*/tim)

Share this content:

Post Comment