TOLAK IKN! TIDAK ADA UNTUNGNYA UNTUK ORANG DAYAK, HANYA MENGUNTUNGKAN PENGUASA, PENGUSAHA & OLIGARKI

TOLAK IKN! TIDAK ADA UNTUNGNYA UNTUK ORANG DAYAK, HANYA MENGUNTUNGKAN PENGUASA, PENGUSAHA & OLIGARKI

Bagikan Kabar Ini

Spasinews.com // IKN, – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mendapat penolakan keras dari masyarakat adat. Ketua Umum Solidaritas Pembela Advokat Seluruh Indonesia (SPASI) yang juga Ketua Umum LBH Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Jelani Christo, S.H., M.H., dengan tegas menyatakan pembangunan IKN tidak memberikan keuntungan apapun bagi orang Dayak.

“Jangan bermimpi IKN untuk orang Dayak. TIDAK ADA UNTUNGNYA UNTUK ORANG DAYAK. HANYA MENGUNTUNGKAN PENGUASA, PENGUSAHA DAN OLIGARKI,” tegas Jelani Christo dalam pernyataan sikap kerasnya kepada http://SPASINEWS.COM, Selasa (30/09/2026).

Menurut Jelani, fakta di lapangan sangat memilukan dan ironis. Negara begitu perhatian terhadap satwa, namun kejam terhadap manusia pemilik tanah leluhur itu sendiri.

“Parahnya lagi, di Bukit Soeharto disediakan hutan sebagai rumah bintang, seperti monyet dan orang utan dan dilindungi. Sementara masyarakat Dayak pribumi, pemilik sah tanah ulayat yang sudah ratusan tahun mendiami wilayah itu, justru diusir, digusur rumahnya tanpa putusan pengadilan. Di mana keadilan? Di mana Pancasila?” kecam advokat senior itu.

Jelani menilai, pembangunan IKN yang digembar-gemborkan sebagai simbol pemerataan dan kebanggaan nasional hanyalah kedok untuk merampas lahan masyarakat adat demi kepentingan segelintir elit.

“Pembangunan IKN ini diduga kuat hanya menguntungkan pihak tertentu. Dari awal sampai hari ini, pemerintah tidak memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat setempat. Yang ada masyarakat ditakut-takuti, diintimidasi, dan diusir dari tanahnya sendiri dengan cara-cara premanisme berseragam,” ungkapnya.

Ia menyebut, apa yang terjadi di kawasan IKN saat ini adalah bentuk penjajahan gaya baru. Negara yang seharusnya melindungi rakyatnya, justru hadir menjadi algojo untuk kepentingan oligarki.

“Kalau monyet dan orang utan saja dibuatkan rumah dan hutan lindung, masak manusia Dayak yang punya peradaban jauh lebih tua dari negara ini diusir? Ini logika penjajahan. IKN datang bukan untuk mensejahterakan, tapi untuk menjajah dan merampas,” tegasnya.

Jelani memperingatkan, jika pola arogansi dan kesewenang-wenangan oleh Otorita IKN terus dibiarkan, maka konflik agraria dan konflik kemanusiaan akan meledak lebih besar di tanah Kalimantan.

“SPASI dan LBH MADN menyatakan sikap: TOLAK IKN jika hanya menjadi proyek mercusuar oligarki. Kami akan turun langsung melakukan investigasi, pendampingan hukum, dan menggalang solidaritas ormas-ormas Dayak di seluruh Kalimantan untuk melawan,” pungkas Jelani Christo.

Penulis: Bony Akhmadi, S.Pd
Editor: Tim Redaksi

Post Comment