Tarif Jalan Berbasis Tonase Picu Pro-Kontra di Rawajitu, Mekanisme Pengelolaan Dana Dipertanyakan

Berita Terbaru

Tarif Jalan Berbasis Tonase Picu Pro-Kontra di Rawajitu, Mekanisme Pengelolaan Dana Dipertanyakan

Tarif Jalan Berbasis Tonase Picu Pro-Kontra di Rawajitu, Mekanisme Pengelolaan Dana Dipertanyakan

Tulang Bawang — Kebijakan pengenaan biaya terhadap kendaraan pengangkut gabah melalui sistem portal jalan di wilayah Rawajitu memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Skema yang disebut sebagai bentuk swadaya untuk memperbaiki infrastruktur jalan itu dinilai belum memiliki kejelasan dalam hal mekanisme dan pengelolaan anggaran.

Di sejumlah titik, kendaraan yang melintas dikenakan biaya berdasarkan tonase muatan. Praktik ini menimbulkan pertanyaan terkait dasar penetapan tarif serta pihak yang berwenang mengelola dana yang terkumpul.

Sebagian warga memahami bahwa perbaikan jalan memang menjadi kebutuhan mendesak, terutama untuk menunjang aktivitas distribusi hasil pertanian. Namun, di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa kebijakan tersebut berpotensi membebani masyarakat jika tidak disertai transparansi.

Selain itu, belum adanya informasi terbuka mengenai total dana yang dihimpun, durasi pemberlakuan pungutan, serta rincian penggunaan anggaran menjadi perhatian publik.

Sementara itu, klaim bahwa perbaikan jalan berdampak langsung terhadap kenaikan harga gabah juga mendapat tanggapan beragam. Sejumlah petani menyebut harga gabah saat ini cenderung dipengaruhi oleh kondisi pasar dan kualitas hasil panen, bukan semata faktor akses jalan.

Situasi ini mendorong berbagai pihak untuk meminta kejelasan dari pemangku kebijakan setempat agar inisiatif perbaikan berbasis masyarakat tetap berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Share this content:

Post Comment