Prof. Dr. Sutan Nasomal Berharap Kapolri Jenderal Suyudi Beberesih Kasus Menumpuk di Jajaran Mapolda dan Mapolres se-Indonesia
Spasinews.com // JAKARTA, – Pakar Hukum Internasional sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMI), Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., berharap Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan bersih-bersih total di lingkungan Mabes Polri, Polda, Polres hingga Polsek di seluruh Indonesia.
Harapan tersebut disampaikan Prof. Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan sejumlah pimpinan redaksi media cetak dan online dalam dan luar negeri di Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, Cijantung, Jakarta, Jumat (02/10/2026) via telepon seluler.
Menurutnya, masyarakat pencari keadilan di seluruh Indonesia sangat menaruh harapan besar kepada Kapolri baru tersebut. Pasalnya, hingga saat ini masih banyak laporan dan pengaduan masyarakat yang mangkrak bertahun-tahun di meja penyidik.
“Suasana Polri saat ini bercahaya dan sejuk dengan telah terpilihnya Komjen Pol Suyudi sebagai Kapolri. Besar harapan masyarakat luas agar semua laporan dan aduan masyarakat di setiap Polres dan Polda yang macet bertahun-tahun atau berbulan-bulan segera diselesaikan dengan baik,” ujar Prof. Sutan Nasomal.
Ia mengaku sangat heran mengapa banyak laporan dan aduan masyarakat macet dan tidak jelas penanganannya. Padahal, berbagai kasus pidana tersebut telah masuk dalam tahap pendataan, penyelidikan, dan pengembangan.
“Banyak hal aduan masyarakat yang masuk ke meja kerja saya terkait macetnya proses hukum laporan dan aduan masyarakat. Kasus-kasus yang mandek di banyak meja Polda atau Polres menjadi pertanyaan besar tentang tanggung jawab masing-masing pemimpin kepolisian di wilayah,” tegasnya.
Prof. Sutan Nasomal menegaskan, di bawah tongkat komando Jenderal Suyudi sebagai Kapolri yang dicintai masyarakat, tidak boleh ada lagi aduan atau laporan yang macet berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
“Jangan ada lagi argo tarif untuk penanganan kasus. Jangan ada tarif untuk proses agar cepat selesai, dan jangan harus menunggu berbulan-bulan karena tidak ada tarif. Hukum harus bersih dari transaksional,” kecamnya.
Selain itu, ia juga menyoroti masih adanya oknum petinggi dan pejabat Polri yang terlibat dalam peredaran narkoba serta oknum yang membekingi mafia hukum dan para penjahat.
Untuk itu, ia meminta Kapolri Jenderal Suyudi melakukan bersih-bersih menyeluruh dari Mabes hingga Polsek agar oknum-oknum yang mengotori nama baik Polri tidak ada lagi.
“Hukum jangan tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Doa dan harapan masyarakat untuk Pak Suyudi sebagai Kapolri agar mampu menjadi contoh yang baik dalam penegakan hukum yang berkeadilan,” pungkasnya.
Narasumber:
Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H.
- Pakar Hukum Internasional & Ekonom
- Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMI) – Association Of Young Indonesian Advocates
- Ketua Umum YPLBH Profesor Sutan Nasomal, S.H., M.H.
- Pendiri Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS
- Rektor STIA STIH Pronas
- Rektor Universitas Bangsa Negara Bersatu (UBNB)
Penulis: Bony Akhmadi, S.Pd
Editor: Tim Redaksi




Post Comment