Dayak Protes Penghapusan Salam Adat di IKN, MADN Beri Ultimatum 30 Hari

Berita Terbaru

Dayak Protes Penghapusan Salam Adat di IKN, MADN Beri Ultimatum 30 Hari

SPASINRWS.COM // Jakarta – Masyarakat Dayak kembali bersuara terkait pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan. Kali ini, mereka memprotes penghapusan tulisan salam khas Dayak, “Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata”, dari gapura di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Tulisan itu diganti dengan “Bhinneka Tunggal Ika”.

Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) sangat menyayangkan keputusan ini dan menganggapnya sebagai penghapusan identitas lokal. Mereka memberi ultimatum 30 hari kepada Otorita IKN (OIKN) untuk mengembalikan tulisan tersebut.

“Kalimat itu mengajarkan keadilan terhadap sesama manusia, bercermin pada nilai-nilai ketuhanan, dan hidup berlandaskan iman,” kata Sisilius Rami, tokoh adat Dayak.

MADN juga menuntut realisasi janji pembangunan Dayak Center seluas 10 hektare yang belum jelas. OIKN sendiri telah menekankan bahwa IKN tetap mengedepankan kearifan lokal, namun perubahan teknis desain di lapangan seringkali memicu sensitivitas warga lokal yang merasa kurang dilibatkan secara mendalam.

Share this content:

Post Comment