Warga Dayak Desak Pemerintah Hentikan Penindasan dan Kriminalisasi

Berita Terbaru

Warga Dayak Desak Pemerintah Hentikan Penindasan dan Kriminalisasi

SPASINEWS.COM // Pontianak, – Warga Dayak di Kalimantan Barat (Kalbar) kembali menggaungkan protes atas penindasan dan kriminalisasi yang mereka alami. Mereka menuduh pemerintah telah menjadikan mereka sebagai anak tiri di tanah sendiri, kebanyakan dari mereka tidak mendapatkan manfaat dari hasil pembangunan tersebut,23 Februari 2026.

Dalam sebuah pernyataan, warga Dayak yang tergabung dalam Bapakat Nyalamat Idup (Bersatu Menyelamatkan Hidup) menyatakan bahwa mereka tidak akan diam lagi atas penindasan dan kriminalisasi yang mereka alami. Mereka menuntut agar pemerintah menghormati hak-hak mereka dan mengakui identitas mereka.

“Tanah kami dirampas, ruang hidup kami menghilang. Kami tidak akan membiarkan hal ini terjadi lagi,” kata salah satu perwakilan warga Dayak.

Warga Dayak juga menuntut agar pemerintah menghentikan segala bentuk kriminalisasi terhadap mereka yang berjuang untuk hak-hak mereka. Mereka juga menuntut agar tulisan Salam Dayak yang dihapus dari gerbang masuk IKN segera dikembalikan.

Dalam rangka memperjuangkan hak-hak mereka, warga Dayak akan mengadakan konsolidasi pada Selasa, 24 Februari 2026, pukul 19.00 WIB di Rumah Betang (Sutoyo). Mereka mengundang seluruh elemen masyarakat Dayak untuk bergabung dalam perjuangan ini.

“Kami tidak akan menyerah sampai keadilan tercapai. Kami akan terus berjuang untuk hak-hak kami,” kata perwakilan warga Dayak.

Share this content:

Post Comment