Sekjen MADN: “Warga Dayak Tidak Akan Diam Atas Ketidakadilan dan Penghinaan Identitas”
SPASINEWS.COM // Jakarta, – Sekjen Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Drs. Yakobus Kumis, M.H., menyatakan bahwa warga Dayak tidak akan diam atas ketidakadilan dan penghinaan identitas yang mereka alami. “Kami tidak akan membiarkan tanah kami dirampas, adat budaya kami dihapus, dan identitas kami diinjak-injak,” tegas Yakobus Kumis,23/2/2026.
Yakobus Kumis menyatakan bahwa kehadiran Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) telah memicu kekhawatiran dan kemarahan warga Dayak. “Kami merasa tidak dilibatkan dalam proses pembangunan dan pengambilan keputusan terkait OIKN. Kami merasa bahwa hak-hak kami diabaikan dan identitas kami diinjak-injak,” katanya.
MADN menuntut agar pemerintah menghormati hak-hak warga Dayak dan mengakui identitas mereka. “Kami minta Hukum Adat ditegakkan di Otorita IKN dan Tulisan atau tugu Salam Dayak harus segera berdiri,” tegas Yakobus Kumis.
Yakobus Kumis juga menyatakan bahwa warga Dayak tidak akan meminta keadilan, tapi akan menuntutnya. “Kami tidak akan bungkam atas ketidakadilan dan upaya penghilangan identitas Dayak. Saatnya kami bangkit, saatnya kami bersatu, berjuang bersama menuntut keadilan dan penghormatan identitas kami,” katanya.
MADN juga menyatakan bahwa mereka akan terus berjuang untuk hak-hak warga Dayak dan menuntut agar pemerintah menghormati identitas mereka. “Kami tidak akan menyerah sampai keadilan tercapai,” tegas Yakobus Kumis.
Penulis : Bony A
Share this content:




Post Comment