SPASI Kecam Keras Kematian Advokat Aris Munadi, Desak Polisi Usut Tuntas Pembunuhan
Solidaritas Pembela Advokat Seluruh Indonesia (SPASI) mengecam keras kematian tragis advokat Aris Munadi, yang ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang lebih dari dua pekan. Ketua Umum SPASI, Jelani Christo, S.H., M.H., meminta kepolisian bertindak cepat dan tegas untuk mengungkap motif serta menangkap pelaku.
“Ini tidak bisa dibiarkan. Kami mendesak kepolisian mengusut tuntas motif kejadian dan segera menangkap pelaku pembunuhan,” kata Jelani dalam pernyataannya, Jumat, 12 Desember 2025
Aris Munadi, advokat asal Purwokerto dan anggota DPC Peradi Purwokerto, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Kubangkangkung, Cilacap, Rabu malam, 10 Desember 2025.
Kasatreskrim Polresta Banyumas, Kompol Andryansyah Rithas Hasibuan, membenarkan temuan tersebut pada Kamis, 11 Desember 2025. dikutip dari detikborneo.com
“Betul, yang bersangkutan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Kami masih melakukan pendalaman,” ujar Andryansyah.
Hingga kini, polisi belum merinci kondisi jenazah maupun dugaan penyebab kematian.
Penemuan jenazah Aris membuka babak baru teka-teki hilangnya advokat tersebut. Lokasi penemuan berada cukup jauh dari titik ditemukannya mobil Aris pada Jumat, 28 November 2025, di Desa Mekarsari, Kutowinangun, Kebumen. Saat itu, mobil ditemukan terparkir tanpa pengemudi, memicu spekulasi dan kekhawatiran luas.

Aris dilaporkan hilang sejak Sabtu, 22 November 2025, setelah berpamitan menuju Jeruklegi, Cilacap, untuk menangani sebuah perkara hukum. Laporan kehilangan baru masuk ke Polresta Banyumas pada 25 November. Sejak itu, pencarian intensif berlangsung namun tidak menghasilkan titik terang hingga kabar duka ini muncul.
SPASI menilai kematian Aris sebagai pukulan berat bagi komunitas advokat di Banyumas dan potret ancaman nyata terhadap profesi advokat.
“Kekerasan terhadap advokat adalah serangan terhadap sistem penegakan hukum. Negara wajib hadir dan memberikan perlindungan penuh,” tegas Jelani.
SPASI juga meminta Kapolri memberikan atensi khusus agar penyelidikan dilakukan secara profesional, transparan, dan bebas dari intervensi pihak mana pun.
Polisi Telusuri Motif dan Jejak Terakhir Korban
Hingga kini, kepolisian masih melakukan pendalaman terkait:
dugaan motif pembunuhan,
kemungkinan keterlibatan pihak tertentu,
rekonstruksi jejak terakhir Aris sejak meninggalkan Purwokerto.
Tim gabungan Polresta Banyumas dan Polresta Cilacap disebut tengah memeriksa sejumlah saksi serta melacak komunikasi terakhir korban.
Sementara itu, keluarga, kolega, dan komunitas advokat menanti proses hukum berjalan cepat dan terang. Mereka berharap kematian Aris tidak menjadi kasus misterius yang berlarut-larut.
Kasus kematian Aris Munadi kini menjadi sorotan nasional, sekaligus ujian bagi aparat penegak hukum untuk menunjukkan keberpihakan pada keadilan dan perlindungan profesi advokat.
Share this content:




Post Comment