Momentum KPN 2026: GMI dan PGLII Perkuat Arah Pelayanan Nasional di Bandung
Momentum KPN 2026: GMI dan PGLII Perkuat Arah Pelayanan Nasional di Bandung
BANDUNG – Rabu malam, 11 Februari 2026, menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian Konferensi Penginjilan Nasional (KPN) 2026. Badan Musyawarah Gereja Methodist Injili (GMI) menggelar pertemuan strategis bersama Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII), Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th., guna memperkuat arah kolaborasi pelayanan gereja secara nasional.
Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Badan Musyawarah GMI, Pdt. Ricardo RJ Palijama, yang hadir bersama Sekretaris, Pdt. Dr. Fadillah, serta sejumlah perwakilan pendeta GMI dari berbagai daerah. Dialog berlangsung dinamis dengan membahas penguatan jaringan pelayanan, konsolidasi kepemimpinan rohani, hingga pengembangan strategi penginjilan yang lebih adaptif.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak sepakat bahwa tantangan pelayanan gereja di era modern membutuhkan soliditas dan kerja sama lintas sinode. Perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta dinamika generasi muda menjadi tantangan yang harus dijawab melalui pelayanan yang kolaboratif dan inovatif.
GMI sebagai salah satu sinode yang tergabung dalam PGLII menegaskan komitmennya untuk terus mengambil peran aktif dalam memperkuat sinergi nasional. Kolaborasi tersebut dinilai bukan sekadar simbol kebersamaan, tetapi langkah konkret dalam membangun pelayanan yang berdampak luas bagi jemaat dan masyarakat.
Ketua Umum PGLII, Pdt. Tommy O. Lengkong, menegaskan bahwa Konferensi Penginjilan Nasional 2026 menjadi ruang strategis dalam menyatukan visi gereja Injili Indonesia. Sementara itu, Ketua Badan Musyawarah GMI, Pdt. Ricardo RJ Palijama, menilai pertemuan tersebut sebagai bentuk keseriusan dalam mempererat komunikasi serta memperkuat kesatuan arah pelayanan gereja ke depan.
Kebersamaan yang terjalin dalam pertemuan tersebut menjadi penegasan bahwa gereja-gereja Injili semakin siap bergerak bersama menghadirkan pelayanan yang relevan, responsif, serta berdampak nyata di tengah masyarakat Indonesia.
Share this content:




Post Comment