PGI Desak Penegakan Hukum Tegas: Berikan Keamanan dan Perlindungan Lingkungan bagi Rakyat Indonesia
PGI Desak Penegakan Hukum Tegas: Berikan Keamanan dan Perlindungan Lingkungan bagi Rakyat Indonesia
PGI Menuntut Pemerintah untuk Memastikan Pemulihan Lingkungan Berjalan dengan Transparansi, Tegas, dan Adil
Jakarta, 22 Januari 2026 — Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) kembali menegaskan bahwa negara harus hadir dengan penegakan hukum yang jelas dalam menyelesaikan permasalahan perusahaan yang merusak lingkungan. Dengan memanfaatkan kekuatan hukum, pemerintah bisa memastikan bahwa pelaku kerusakan lingkungan bertanggung jawab, dan rakyat yang terkena dampak diberikan hak mereka.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Pdt. Jacklevyn F. Manuputty, Ketua Umum PGI, yang menekankan pentingnya proses hukum yang transparan untuk memberi keadilan kepada masyarakat. “Kami meminta agar penegakan hukum berjalan dengan konsisten, karena ini adalah salah satu cara agar negara menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat dan alam,” ujarnya.
PGI juga menyoroti upaya pemerintah dalam menjaga keberlanjutan alam ciptaan Tuhan. “Pencabutan izin perusahaan yang merusak lingkungan bukan sekadar soal administratif, tetapi harus disertai dengan konsekuensi hukum yang tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat,” kata Pdt. Manuputty.
Tegakkan Hukum dan Lindungi Pekerja Terdampak
PGI menekankan bahwa penutupan perusahaan yang merusak lingkungan harus disertai perlindungan yang memadai bagi para pekerja yang terdampak. Pemerintah diminta untuk segera menyediakan skema transisi yang layak, serta bantuan kepada pekerja yang kehilangan pekerjaan.
“Pekerja bukanlah pihak yang harus menjadi korban dalam upaya pemulihan lingkungan. Mereka berhak mendapatkan tunjangan dan dukungan dari negara, karena mereka juga bagian dari masyarakat yang terkena dampak langsung,” lanjut Pdt. Darwin Darmawan, Sekretaris Umum PGI.
PGI juga mengingatkan bahwa upaya pemulihan tidak hanya soal menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga melibatkan kesejahteraan sosial bagi pekerja dan keluarga mereka.
Apresiasi kepada Masyarakat dan Gereja-gereja yang Berjuang
PGI memberikan apresiasi kepada gereja-gereja di Sumatera Utara, lembaga ekumenis, kelompok masyarakat adat, dan Sekretariat Bersama Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis yang terus berjuang bersama masyarakat untuk mencapai keadilan ekologis.
“Keberhasilan dalam memperjuangkan hak-hak lingkungan dan sosial masyarakat ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh elemen masyarakat yang telah terlibat dalam gerakan ini,” ujar Pdt. Manuputty. “Kami berterima kasih kepada mereka yang bekerja tanpa mengenal lelah untuk memastikan keadilan ekologis terwujud.”
Seruan untuk Bersatu dalam Keberlanjutan Lingkungan
PGI mengajak seluruh umat beriman di Indonesia untuk terus mendukung perjuangan ini. “Mari kita berdiri bersama para korban bencana ekologis di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Kita harus menolong mereka dalam menanggung beban penderitaan yang mereka alami,” seru PGI.
Tidak hanya itu, PGI juga mengajak gereja-gereja di Indonesia untuk lebih banyak mengedukasi umat tentang pentingnya menjaga ciptaan dan turut mendukung gerakan masyarakat sipil yang memperjuangkan hak-hak masyarakat adat dan keberlanjutan lingkungan hidup.
“Keberlanjutan alam adalah tanggung jawab kita bersama, kita tidak bisa menunggu orang lain untuk melakukannya. Mari bersama-sama menjaga ciptaan Tuhan dan mendukung tindakan yang berkelanjutan dan adil,” tutup PGI.
#KeadilanEkologis #PGI #LingkunganHidup #PerlindunganPekerja #AdvokasiLingkungan #GerakanOikumenis #KeberlanjutanAlam
Share this content:




Post Comment