Bukan Sekadar Natal, SMA Negeri 1 Tajur Halang Ajarkan Cara Hidup dengan Kasih

Berita Terbaru

Bukan Sekadar Natal, SMA Negeri 1 Tajur Halang Ajarkan Cara Hidup dengan Kasih

Bukan Sekadar Natal, SMA Negeri 1 Tajur Halang Ajarkan Cara Hidup dengan Kasih

Bogor — Di tengah hiruk-pikuk dunia pelajar yang penuh tuntutan prestasi dan perbedaan latar belakang, Natal SMA Negeri 1 Tajur Halang hadir sebagai pengingat sederhana namun dalam: hidup tidak hanya soal pintar, tetapi juga soal mengasihi.

Perayaan Natal yang digelar Jumat, 16 Januari 2026, di GBI Talenta, Jalan Baru Kemang, berlangsung hangat dan penuh makna. Bagi para siswa, momen ini bukan hanya tentang ibadah, melainkan ruang belajar tentang nilai kehidupan yang sering luput dari kurikulum formal.

Dengan tema “Immanuel (Allah Menyertai Kita)” dari Matius 1:23, Natal tahun ini mengajak peserta untuk menyadari bahwa kehadiran Tuhan nyata dalam relasi antarmanusia—dalam pertemanan, perbedaan, dan proses bertumbuh bersama.

Pesan Natal disampaikan oleh Pdt. Sastrami, S.Th. yang menekankan bahwa Natal tidak berhenti pada perayaan, tetapi harus diterjemahkan dalam sikap hidup sehari-hari. Melalui tema khotbah “Terimalah, Hargailah, dan Kasihilah”, siswa diajak melihat kasih sebagai kekuatan, bukan kelemahan.

“Immanuel bukan hanya tentang Tuhan hadir, tetapi tentang bagaimana kita menghadirkan kasih Tuhan dalam sikap dan tindakan kita,” pesan yang disampaikan di hadapan peserta ibadah.

Perayaan ini terselenggara berkat kerja sama para siswa dan guru. Steven Gerat sebagai Ketua Panitia, Ribka Morendini selaku Ketua Rohani Kristen, serta pendampingan Ibu Suty Siahaan sebagai guru pembimbing, memastikan Natal berjalan dengan tertib, khidmat, dan menyentuh hati.

Selain ibadah, Natal juga diwarnai puji-pujian dan penampilan siswa yang mencerminkan kreativitas serta semangat kebersamaan. Di momen ini, perbedaan latar belakang bukan menjadi sekat, melainkan alasan untuk saling memahami.

Bagi SMA Negeri 1 Tajur Halang, Natal tahun ini meninggalkan pesan kuat: kasih bukan sekadar diajarkan, tetapi harus dipraktikkan. Nilai Immanuel diharapkan terus hidup dalam diri para siswa, membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara karakter.

Saat berita ini dipublikasikan, rangkaian perayaan Natal masih berlangsung.


Jurnalis: Atma
Editor: Romo Kefas

Share this content:

Post Comment