Wali Kota Bogor: Toleransi Itu Dikerjakan, Bukan Sekadar Diceramahkan

Berita Terbaru

Wali Kota Bogor: Toleransi Itu Dikerjakan, Bukan Sekadar Diceramahkan


Wali Kota Bogor: Toleransi Itu Dikerjakan, Bukan Sekadar Diceramahkan

Bogor — Wali Kota Bogor H. Dedie A. Rachim, S.H., M.A. menyampaikan pesan lugas dan membumi soal toleransi dalam kegiatan Bhakti Lintas Agama di MAN 1 Kota Bogor, Senin (12/1/2026). Ia menegaskan bahwa toleransi sejati bukan sekadar narasi indah di mimbar, melainkan harus tampak dalam sikap dan tindakan nyata warga sehari-hari.

Di hadapan tokoh lintas agama, pelajar, dan masyarakat, Dedie menyebut Kota Bogor sebagai miniatur Indonesia—ruang hidup bersama yang berdiri di atas perbedaan keyakinan, budaya, dan latar belakang sosial.

“Toleransi tidak cukup diucapkan. Ia harus dirasakan. Harus terlihat dalam cara kita saling menghormati dan bekerja sama,” ujar Dedie.

Dari Panggung ke Kehidupan Nyata

Menurut Dedie, tantangan keberagaman hari ini menuntut kedewasaan sosial. Ia mengajak masyarakat menjadikan toleransi sebagai kebiasaan, bukan sekadar agenda seremonial. Sekolah, lingkungan tempat tinggal, hingga ruang publik harus menjadi tempat aman bagi semua warga.

Bhakti Lintas Agama, kata Dedie, adalah contoh konkret bagaimana perbedaan bisa dipertemukan dalam semangat kebersamaan—melalui doa bersama, aksi sosial, dan dialog lintas iman.

Budaya Menyatukan

Rangkaian acara yang juga dimeriahkan dengan pertunjukan barongsai dinilai Dedie sebagai simbol kuat persatuan. Budaya, menurutnya, mampu menjadi jembatan yang mempertemukan perbedaan tanpa harus menghapus identitas masing-masing.

“Ketika budaya, iman, dan kepedulian sosial bertemu, persatuan tidak lagi abstrak—ia menjadi nyata,” katanya.

Titipan untuk Anak Muda

Menutup sambutannya, Dedie menekankan peran generasi muda sebagai penjaga masa depan toleransi. Ia mengingatkan agar anak muda Bogor tidak mudah terprovokasi isu-isu yang memecah belah.

“Bogor hari ini dan Indonesia esok sangat ditentukan oleh cara generasi mudanya memperlakukan perbedaan,” ujarnya.


Jurnalis: Atmo
Editor: Romo Kefas

Share this content:

Post Comment