Nataru Jawa Barat: Momentum Kebangkitan Semangat Gotong Royong – Pdt Ricardo: Kolaborasi Semesta Buktikan Kita Bisa Lebih Baik dari Sebelumnya

Berita Terbaru

Nataru Jawa Barat: Momentum Kebangkitan Semangat Gotong Royong – Pdt Ricardo: Kolaborasi Semesta Buktikan Kita Bisa Lebih Baik dari Sebelumnya

BANDUNG, 03 Januari 2026 – Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Jawa Barat tahun ini tidak hanya menandai pergantian tahun, melainkan juga menjadi titik balik yang menunjukkan bagaimana semangat gotong royong yang kental di tanah Jawa Barat mampu menginspirasi perubahan positif bagi seluruh kehidupan masyarakat. Perspektif ini disampaikan oleh Pdt Ricardo RJ Palijama, Sekretaris Wilayah Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Jawa Barat sekaligus Ketua Badan Musyawarah Sinode Gereja Injili Methodist (EMC), dalam temu wawancara yang dilakukan di Gereja EMC Pasteur yang menjadi pusat gerakan kolaborasi selama perayaan, hari ini.

Dari sudut pandang yang melihat Nataru sebagai katalisator untuk memperkuat fondasi pembangunan berbasis masyarakat, Pdt Ricardo mengungkapkan bahwa keberhasilan perayaan tahun ini adalah bukti konkret bahwa ketika seluruh elemen masyarakat bergandengan tangan, tidak ada hal yang tidak dapat dicapai. “Puji Tuhan, tahun ini kita melihat transformasi yang luar biasa – Nataru tidak lagi hanya menjadi momen perayaan, tapi juga menjadi wadah di mana setiap orang, tanpa memandang latar belakang, berkontribusi untuk kesejahteraan bersama. Ini menunjukkan bahwa kita mampu menjadi lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.

Sebagai pelopor kerja sama lintas sektoral, ia menjelaskan bahwa PGLII Jawa Barat dan EMC tidak hanya menggerakkan jemaatnya, melainkan juga menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah, kepolisian, komunitas masyarakat, lembaga pendidikan, dan dunia usaha untuk menciptakan perayaan yang inklusif dan bermanfaat. Lebih dari 2.500 gereja se-provinsi bekerja sama dengan lebih dari 1.200 lembaga lain untuk menjalankan program “Nataru untuk Semua” – mulai dari penyediaan pos kesehatan jalanan, lokasi parkir aman, hingga pembagian paket semangat bagi pekerja migran yang tidak dapat pulang kampung. Lebih dari 15.000 relawan dari berbagai latar belakang terlibat aktif dalam berbagai inisiatif ini.

“Kita menjadikan ajaran dalam Efesus 4:16 sebagai landasan – ‘Dari Dia seluruh tubuh disusun dengan baik dan diikat bersama oleh setiap sendi yang memberikan kekuatan, sehingga tubuh dapat tumbuh dan membangun dirinya sendiri dalam kasih karena kerja sama yang baik dari setiap bagiannya’ – setiap individu dan kelompok adalah bagian penting yang membuat keseluruhan masyarakat menjadi kuat,” jelas Pdt Ricardo dengan semangat yang menular.

Pengamanan yang berbasis pada kerja sama masyarakat melibatkan kepolisian Jawa Barat, Satpol PP, serta ribuan sukarelawan yang ditempatkan di lebih dari 3.500 lokasi strategis. Selain gereja-gereja dan kawasan wisata seperti Puncak Bogor, Pantai Pangandaran, Kota Cirebon, Garut, dan Bandung, pengamanan juga fokus pada kawasan pemukiman padat penduduk dan jalur transportasi penting. Di Kota Bandung sendiri, 573 personel bersama dengan 1.200 relawan menjaga kelancaran ibadah di 14 gereja utama, sementara 709 personel dan 1.500 relawan mengamankan area publik. Komunitas olahraga membantu mengatur lalu lintas, pengusaha kuliner memberikan makanan bagi petugas dan relawan, serta pelajar SMA/SMK membantu memberikan informasi dan arahan kepada pengunjung.

“Yang paling luar biasa adalah bagaimana kerja sama ini berjalan dengan alami dan penuh kasih. Petugas keamanan berbagi cerita dengan relawan muda, warga tua memberikan semangat kepada pekerja malam, dan semua orang saling membantu tanpa pamrih. Ini bukan hanya tentang menjaga keamanan, tapi tentang membangun hubungan yang erat antarmanusia,” ucapnya.

Meskipun terdapat peningkatan arus lalu lintas di jalur utama seperti Tol Jakarta-Cikampek, Tol Cipularang, Tol Padalarang-Cileunyi, dan jalan raya lintas kabupaten, kondisi tersebut tidak menyebabkan masalah besar berkat sistem informasi lalu lintas yang dibangun secara bersama dan dukungan dari masyarakat yang saling mengingatkan dan membantu. Banyak kelompok masyarakat yang secara sukarela membuka halaman rumah mereka sebagai tempat parkir sementara atau area istirahat bagi pengendara yang terjebak macet.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini. Semoga semangat gotong royong yang kita bangun selama Nataru ini tidak hanya berlanjut, tapi juga menjadi dasar untuk mengatasi berbagai tantangan masa depan – dari pembangunan ekonomi hingga pelestarian lingkungan hidup. Karena ketika kita bekerja sama, Jawa Barat dan Indonesia pasti akan semakin maju dan sejahtera,” tutup Pdt Ricardo dengan keyakinan yang kuat pada potensi masyarakat bangsa.

Jurnalis: Vicken Highlanders
Editor: Romo Kefas

Share this content:

Post Comment