Dampak Residu Kimia Oleh Perusahaan Sawit di Kalteng, Petani Menjerit Akibat Hilangnya Kesuburan Tanah
SPASINEWS.COM // Kalimantan Tengah (Kalteng) – Petani di Kalteng sedang menghadapi kesulitan besar akibat dampak residu kimia yang dihasilkan oleh perusahaan sawit. Tanah yang dulunya subur dan produktif, kini menjadi tidak subur dan tidak dapat digunakan untuk pertanian.
Residu kimia yang digunakan oleh perusahaan sawit telah menyebabkan kerusakan tanah yang parah. Pupuk kimia yang mengandung bahan-bahan berbahaya seperti nitrogen, fosfor, dan kalium dapat menyebabkan tanah menjadi asam dan kehilangan kesuburan.
“Tanah kami yang dulunya subur, kini menjadi tidak subur. Kami tidak bisa menanam apa-apa lagi,” kata seorang petani di Kalteng. “Kami sudah mencoba menggunakan pupuk organik, tapi hasilnya tidak sama dengan sebelumnya.”
Petani di Kalteng tidak sendirian dalam menghadapi kesulitan ini. Banyak petani lain yang juga mengalami hal yang sama. Mereka terpaksa meninggalkan lahan pertanian mereka karena tidak dapat menghasilkan hasil yang memadai.
“Ini adalah ancaman serius bagi kehidupan kami,” kata petani lain. “Kami tidak tahu apa yang akan kami lakukan jika tanah kami tidak subur lagi.”
Perusahaan sawit yang diduga melakukan pencemaran adalah PT Globalindo Agung Lestari (GAL), PT Mulia Agro Permai (MAP), dan PT Maju Aneka Sawit (MAS). Mereka dilaporkan karena diduga mencemari lingkungan dengan residu kimia.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalteng diminta untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang diduga melakukan pencemaran. “Kami menuntut DLH Kalteng untuk tidak tutup mata dan segera mengambil tindakan terhadap perusahaan-perusahaan yang mencemari lingkungan,” kata aktivis lingkungan.
Share this content:




Post Comment