​Seni Menjadi Orang yang “Bisa Diatur”

Berita Terbaru

​Seni Menjadi Orang yang “Bisa Diatur”

​Seni Menjadi Orang yang “Bisa Diatur”
Oleh Pdm Andre Yosua M

​Nas: Ibrani 13:17
​”Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.”

​Kejujuran di Balik Ketaatan

​Zaman sekarang, kata “tunduk” atau “taat” sering kali dianggap sebagai tanda kelemahan. Kita dididik untuk menjadi independen, kritis, dan skeptis terhadap otoritas.

Namun, Alkitab memberikan perspektif yang berbeda. Ketaatan kepada pemimpin rohani bukan soal siapa yang lebih berkuasa, melainkan soal kepercayaan dan tanggung jawab.

​Ada tiga poin tajam yang bisa kita renungkan:

​Pemimpin Adalah Penjaga, Bukan Bos: Pemimpin rohani Anda tidak sedang mengejar target profit. Tugas mereka jauh lebih berat: mereka “berjaga-jaga atas jiwa” Anda. Mereka adalah orang-orang yang akan memberikan pertanggungjawaban di hadapan Tuhan atas pertumbuhan iman Anda.

​Sikap Kita Menentukan “Cuaca” Pelayanan Mereka: Kita punya pilihan: menjadi jemaat yang memberi energi atau jemaat yang menguras energi. Jika kita terus-menerus melawan atau sulit diatur, pemimpin akan melayani dengan “keluh kesah.” Dan ingat, pelayanan yang dilakukan dengan beban hati yang berat tidak akan mendatangkan keuntungan bagi Anda maupun komunitas.

​Ketaatan Adalah Perlindungan: Kita tunduk bukan karena pemimpin kita sempurna (karena tidak ada yang sempurna). Kita tunduk karena Tuhan menaruh mereka di sana untuk memagari hidup kita dari keputusan-keputusan yang salah.

​Introspeksi Diri
​Coba tanyakan ini pada diri sendiri:
“Jika pemimpin saya harus menghadap Tuhan hari ini dan melaporkan perkembangan jiwa saya, apakah ia akan melakukannya dengan senyum syukur atau dengan helaan napas panjang?”

​Ketaatan sejati tidak butuh tepuk tangan; ia hanya butuh hati yang cukup rendah untuk dipimpin. Ketika kita memudahkan tugas mereka, sebenarnya kita sedang memudahkan jalan kita sendiri menuju kedewasaan iman.

​”Dan seganlah kamu akan gurumu, seperti kamu segan akan Allah.” > (Pirkei Avot 4:12)
-AYM-

Share this content:

Post Comment