PDT.DR. LEO FRANSISCO: KEBERHASILAN PENGAMANAN NATARU 2026 BOGOR HASIL KOLABORASI MASYARAKAT DAN POLISI
PDT.DR. LEO FRANSISCO: KEBERHASILAN PENGAMANAN NATARU 2026 BOGOR HASIL KOLABORASI MASYARAKAT DAN POLISI
KOTA BOGOR, 04 Januari 2026 – Keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 di Kota Bogor dan kawasan Puncak tidak hanya menjadi prestasi aparat kepolisian, melainkan hasil kerja sama erat antara seluruh elemen masyarakat dan pihak keamanan. Hal ini disampaikan oleh Pdt.Dr. Leo Fransisco, M.Pd – Ketua Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Kota Bogor sekaligus Gembala Senior Gereja GPIAI Filadelfia Tonjong – dalam temu wicara yang berfokus pada peran masyarakat dalam mendukung pengamanan.
“Kita tidak bisa melihat kesuksesan ini hanya dari sisi aparat polisi saja. Banyak elemen masyarakat yang turut berperan aktif – mulai dari relawan yang membantu mengatur lalu lintas, warga yang melaporkan informasi penting, hingga gereja-gereja yang bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam menyusun rencana pengamanan ibadah,” ujar Pdt.Dr. Leo Fransisco.
Perspektif kolaborasi ini terlihat jelas selama pelaksanaan Nataru. Di Gereja GPIAI Filadelfia Tonjong, misalnya, panitia ibadah telah bekerja sama dengan polisi jauh sebelum hari Natal tiba untuk menyusun skema pengaturan akses masuk dan keluar jemaat, serta mengidentifikasi titik-titik yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Relawan dari jemaat juga turut membantu petugas polisi dalam menjaga ketertiban di area sekitar gereja.
Selain itu, banyak warga masyarakat yang secara sukarela memberikan informasi kepada pihak polisi jika menemukan hal-hal yang mencurigakan, serta membantu menjaga keamanan lingkungan sekitar rumah masing-masing. Program patroli rumah kosong yang digagas polisi juga mendapatkan dukungan penuh dari warga, yang dengan senang hati memberikan informasi rumah-rumah yang akan ditinggalkan saat mudik.
“Di sekitar Kebun Raya Bogor dan pusat perbelanjaan, kita bisa melihat bagaimana masyarakat juga ikut menjaga ketertiban – tidak membuang sampah sembarangan, mengikuti arahan petugas, dan saling membantu antar sesama. Ini menunjukkan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tapi juga tanggung jawab kita semua,” jelasnya.
Di kawasan Puncak, dukungan dari pengusaha wisata dan masyarakat lokal juga menjadi faktor penting dalam kesuksesan pengamanan. Banyak pengusaha yang menyediakan tempat istirahat bagi petugas polisi dan relawan, serta membantu mengatur akses kendaraan masuk ke area wisata mereka. Masyarakat lokal juga aktif memberikan informasi terkait kondisi jalan dan potensi titik kemacetan.
Data menunjukkan bahwa arus kendaraan di kawasan Puncak mencapai lebih dari 32 ribu unit per hari pada puncak musim liburan, namun dengan dukungan dari semua pihak, pengaturan lalu lintas berjalan dengan lancar dan tidak terjadi insiden besar yang mengganggu keselamatan wisatawan.
Pdt.Dr. Leo Fransisco menegaskan bahwa kolaborasi seperti ini menjadi contoh yang baik untuk diterapkan di masa mendatang. “Kesuksesan Nataru tahun ini membuktikan bahwa ketika masyarakat dan aparat keamanan bekerja sama dengan satu tujuan, tidak ada yang tidak bisa kita capai. Semoga sinergi seperti ini terus terjaga dan bahkan semakin diperkuat untuk kemakmuran Kota Bogor,” tandasnya.
Jurnalis: Atma
Editor: Romo Kefas
Share this content:




Post Comment