Lebih dari 300 Pelayan Tuhan Ikuti Materi Pembuka KPN PGLII 2026, Soroti Peran Gereja dalam Pemberdayaan Jemaat

Berita Terbaru

Lebih dari 300 Pelayan Tuhan Ikuti Materi Pembuka KPN PGLII 2026, Soroti Peran Gereja dalam Pemberdayaan Jemaat

Lebih dari 300 Pelayan Tuhan Ikuti Materi Pembuka KPN PGLII 2026, Soroti Peran Gereja dalam Pemberdayaan Jemaat

Bandung – Rangkaian Konferensi Penginjil Nasional (KPN) PGLII 2026 dimulai dengan penyampaian materi pembuka yang menyoroti pentingnya pelayanan gereja yang mampu menjawab kebutuhan nyata jemaat. Workshop bertema Christian Entrepreneurship: Pemberdayaan Ekonomi Jemaat yang disampaikan Veronica Colondam, M.Sc., dilaksanakan pada Rabu (11/2/2026) pukul 10.20 WIB hingga 12.00 WIB dan diikuti lebih dari 300 pelayan Tuhan dari berbagai daerah di Indonesia.

Materi tersebut menyoroti perubahan dinamika pelayanan gereja di tengah perkembangan sosial dan ekonomi masyarakat. Dalam paparannya, Veronica menekankan bahwa pelayanan gereja masa kini perlu memperhatikan keseimbangan antara pembinaan iman dan pemberdayaan kehidupan sosial jemaat. Ia menjelaskan bahwa kemandirian ekonomi dapat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketahanan keluarga serta mendukung keberlanjutan pelayanan gereja.

Veronica menyampaikan bahwa kewirausahaan berbasis nilai Kristiani tidak semata-mata bertujuan menghasilkan keuntungan, melainkan menjadi sarana pembentukan karakter, peningkatan tanggung jawab sosial, serta penguatan nilai integritas dalam kehidupan jemaat. Menurutnya, gereja memiliki peran strategis dalam membangun pola pikir produktif dan kreatif yang selaras dengan nilai-nilai iman.

Pengalaman panjang Veronica dalam pemberdayaan masyarakat melalui Yayasan YCAB sejak 1999 turut menjadi bagian penting dalam pemaparan materinya. Ia menjelaskan bahwa perubahan sosial yang berkelanjutan seringkali dimulai dari pembinaan keterampilan, pendidikan, dan pendampingan usaha yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan.

Di sela kegiatan konferensi, sejumlah peserta yang ditemui awak media menyampaikan pandangan mereka terhadap materi yang disampaikan.

Pdt. Djajang Buntoro, Ketua PGLII Kota Bekasi yang juga Gembala Sidang GBI Hope Grand Galaxy Kota Bekasi, menilai materi tersebut memberikan penguatan terhadap arah pelayanan gereja yang lebih menyeluruh.

“Gereja memiliki tanggung jawab membina kehidupan jemaat secara utuh. Ketika jemaat memiliki kemandirian ekonomi, mereka dapat lebih stabil dalam kehidupan keluarga sekaligus memiliki ruang lebih luas untuk berkontribusi dalam pelayanan,” ujarnya.

Sementara itu, Pdt. Dicky Suwarta, M.Th, Ketua Umum Gereja Gerakan Pentakosta yang juga Bendahara Panitia Pelaksana KPN 2026, menilai konferensi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen pelayanan penginjilan nasional.

“KPN 2026 menjadi ruang kebersamaan gereja-gereja di bawah PGLII untuk memperkuat gerakan penginjilan. Gereja perlu merespons perkembangan zaman dengan kesiapan pelayanan yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Pandangan positif juga disampaikan peserta dari kalangan generasi muda. Aris Tanto, peserta asal Kota Bandung, menilai materi tersebut membuka wawasan baru mengenai peran generasi muda dalam pelayanan gereja.

“Generasi muda memiliki peluang besar untuk terlibat dalam pelayanan melalui berbagai bidang, termasuk pengembangan usaha yang memiliki dampak sosial. Materi ini memberikan pemahaman bahwa pelayanan dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan,” katanya.

Materi pembuka KPN PGLII 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman pelayanan gereja yang integratif. Pendekatan pelayanan yang menggabungkan dimensi spiritual, sosial, dan ekonomi dinilai mampu memperluas peran gereja dalam membangun masyarakat yang mandiri, berdaya, dan memiliki nilai kehidupan yang berlandaskan iman.

Melalui pembekalan tersebut, KPN PGLII 2026 diharapkan dapat mendorong para pelayan Tuhan untuk mengembangkan pelayanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mampu menghadirkan dampak yang berkelanjutan bagi kehidupan jemaat dan lingkungan sekitarnya.

Share this content:

Post Comment