KPN PGLII 2026 Hari Pertama: Refleksi Strategis dan Peneguhan Arah Misi Gereja
KPN PGLII 2026 Hari Pertama: Refleksi Strategis dan Peneguhan Arah Misi Gereja
Bandung – Hari pertama Konferensi Penginjil Nasional (KPN) PGLII 2026 berlangsung dengan pendekatan yang lebih reflektif dan strategis, menekankan pentingnya peneguhan arah misi gereja di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Kegiatan yang digelar di Bandung pada Rabu (11/2/2026) tersebut diikuti lebih dari 300 hamba Tuhan dari berbagai wilayah Indonesia.
Berdasarkan pantauan awak media, rangkaian kegiatan hari pertama tidak hanya berfokus pada aspek spiritual, tetapi juga membahas penguatan kapasitas pelayanan gereja dalam merespons perubahan masyarakat modern.
Agenda diawali dengan workshop bertema Christian Entrepreneurship: Pemberdayaan Ekonomi Jemaat yang menyoroti pentingnya gereja membangun jemaat yang mandiri secara sosial dan ekonomi. Materi tersebut menekankan bahwa pelayanan gereja yang berkelanjutan membutuhkan pendekatan yang menyentuh seluruh aspek kehidupan jemaat.
Memasuki sesi pleno misi, pembahasan mengarah pada evaluasi dan pengembangan strategi penginjilan nasional. Para pembicara menekankan bahwa gereja perlu membangun model pelayanan yang kontekstual, adaptif, dan berbasis kolaborasi antar gereja.
Salah satu momen penting hari pertama adalah rally doa misi yang menjadi ruang penguatan spiritual bagi seluruh peserta. Dalam suasana doa bersama, para pelayan Tuhan meneguhkan komitmen untuk terus menjalankan mandat penginjilan secara konsisten.
Pada malam hari, seremoni pembukaan digelar dengan ibadah yang diisi pujian dan penyampaian firman Tuhan. Khotbah pembukaan disampaikan Pdt. Dr. Tommy Lengkong, M.Th dengan tema “The Power of Gospel That Never Goes Out” berdasarkan Matius 24:13-14.
Dalam pesannya, Pdt. Tommy menekankan bahwa Injil memiliki daya tahan yang melampaui perubahan zaman. Ia menyampaikan bahwa gereja perlu menjaga kesinambungan pelayanan penginjilan dengan keteguhan iman dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan sosial.
Menurutnya, pelayanan penginjilan bukan hanya tentang penyampaian ajaran rohani, tetapi juga membangun nilai pengharapan serta pembaruan kehidupan masyarakat. Ia mengajak para pelayan Tuhan untuk tetap konsisten dalam pelayanan, serta membangun sinergi lintas gereja demi memperluas jangkauan misi.
Awak media mencatat bahwa hari pertama KPN 2026 berlangsung dalam suasana tertib, terstruktur, dan sarat pembekalan pelayanan. Interaksi antar peserta juga menunjukkan semangat membangun jejaring pelayanan lintas daerah.
KPN PGLII 2026 akan berlanjut dengan berbagai sesi pembinaan pelayanan, pleno misi lanjutan, serta forum diskusi yang berfokus pada penguatan strategi penginjilan nasional.
Pelaksanaan hari pertama ini dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat komitmen gereja untuk menghadirkan pelayanan penginjilan yang relevan, adaptif, dan berkelanjutan di Indonesia.
(Jurnalis: Romo Kefas)
Share this content:




Post Comment