Free Palestine Network Gelar Aksi Solidaritas untuk Venezuela di Depan Kedubes AS
Jakarta,06 Januari 2026 – Massa (FPN) menggelar aksi solidaritas untuk Venezuela di depan , Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2025). Aksi ini digelar sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang dinilai bersifat agresif dan imperialistik.
Dalam aksi tersebut, massa FPN membentangkan dua spanduk besar. Spanduk pertama bertuliskan “Solidaritas untuk Venezuela, Dunia Harus Hentikan Agresi Amerika Serikat (AS)”. Sementara spanduk kedua berbunyi “Agresi Militer ke Venezuela, Bukti Amerika Serikat (AS) adalah Induk Terorisme”.
Sekretaris Jenderal FPN, , dalam orasinya menyatakan bahwa peristiwa yang dialami Venezuela tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari pola penindasan global yang sama dengan yang dialami Palestina.
“Ini adalah satu rangkaian penindasan yang sama. Palestina dan Venezuela sama-sama menjadi korban imperialisme,” ujar Furqan dari atas mobil komando.
Ia menuding Amerika Serikat memiliki peran sentral dalam konflik global, termasuk di Timur Tengah. Menurut Furqan, sebagian besar persenjataan yang digunakan Israel dalam agresinya ke Palestina berasal dari Amerika Serikat.
“Sekitar 80 persen senjata yang digunakan Israel untuk menggenosida rakyat Palestina berasal dari AS. Di saat yang sama, AS membutuhkan sumber daya minyak untuk menopang ekonominya,” kata Furqan.
Furqan juga mengklaim bahwa motif utama agresi Amerika Serikat terhadap Venezuela adalah untuk menguasai sumber daya alam, khususnya minyak bumi. Ia menyebut Venezuela sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia dan menuding adanya kepentingan ekonomi di balik tekanan terhadap pemerintahan Presiden .
“Agresi terhadap Venezuela adalah bukti telanjang dari brutalitas kebijakan imperialisme Amerika Serikat yang ingin menundukkan sebuah negara dan menjarah sumber dayanya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Furqan menyebut bahwa Venezuela selama ini dikenal sebagai salah satu negara yang konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina di forum internasional. Oleh karena itu, menurutnya, solidaritas terhadap Venezuela merupakan bagian dari solidaritas global melawan imperialisme.
Dalam orasinya, Furqan juga menyampaikan daftar panjang negara yang menurut FPN pernah menjadi korban intervensi Amerika Serikat. Ia menyebut keterlibatan AS di berbagai negara seperti Chile, Guatemala, Kongo, Libya, Irak, Suriah, Yaman, dan Palestina.
“AS terlibat langsung maupun tidak langsung dalam lebih dari 70 upaya perubahan rezim sejak 1945 dan telah menyebabkan puluhan juta korban jiwa di berbagai belahan dunia,” ujar Furqan.
Seruan Solidaritas Global
FPN menyerukan penguatan front anti-imperialisme di berbagai tingkatan, baik nasional, regional, maupun internasional. Furqan menekankan pentingnya membangun solidaritas antarbangsa yang pernah mengalami penjajahan dan penindasan.
“Solidaritas selatan-selatan harus dibangun. Solidaritas Asia, Afrika, dan Amerika Latin harus diperkuat. Indonesia memiliki modal sejarah karena pernah mempelopori semangat tersebut pada Konferensi Asia Afrika tahun 1955,” kata Furqan.
Menurut FPN, aksi solidaritas untuk Venezuela ini tidak hanya digelar di Jakarta, tetapi juga berlangsung serentak di sejumlah kota lain di Indonesia, seperti Bandung, Makassar, Solo, Kendari, Tarakan, Majene, dan beberapa daerah lainnya. Aksi tersebut, kata Furqan, merupakan bagian dari mata rantai perlawanan global yang juga melibatkan buruh, petani, mahasiswa, dan pelajar.
Jurnalis: Romo Kefas
Share this content:




Post Comment