Fredrik J. Pinakunary Sebut Gugatan Hilangnya Iptu Tomi Marbun Bisa Jadi Titik Balik Perlindungan Aparat
Fredrik J. Pinakunary Sebut Gugatan Hilangnya Iptu Tomi Marbun Bisa Jadi Titik Balik Perlindungan Aparat
Jakarta, 5 Februari 2026 – Pengajuan Gugatan Warga Negara (Citizen Lawsuit) terkait hilangnya Iptu Tomi Samuel Marbun dinilai berpotensi menjadi titik balik dalam sistem perlindungan aparat negara. Kuasa hukum keluarga korban, Fredrik J. Pinakunary, menyatakan gugatan tersebut tidak hanya bertujuan mencari kepastian nasib korban, tetapi juga mendorong perbaikan sistem perlindungan aparat secara menyeluruh.
Gugatan tersebut didaftarkan keluarga korban pada Rabu (4/2/2026) di setelah keluarga menilai belum adanya kejelasan mengenai keberadaan Iptu Tomi yang dilaporkan hilang saat menjalankan operasi penindakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua Barat.
Fredrik: Kasus Ini Bisa Jadi Momentum Reformasi
Dalam konferensi pers, Fredrik menilai kasus hilangnya Iptu Tomi tidak hanya berdampak pada keluarga korban, tetapi juga berpotensi memicu evaluasi sistem perlindungan aparat negara.
Menurutnya, aparat yang menjalankan tugas berisiko tinggi harus mendapat jaminan perlindungan maksimal dari negara. Ia menegaskan bahwa kepastian hukum menjadi hal penting untuk menjaga rasa aman aparat dalam menjalankan tugas.
Dorong Negara Membuka Proses Penanganan Kasus
Fredrik menegaskan bahwa keluarga korban memiliki hak untuk memperoleh informasi yang jelas terkait proses pencarian dan investigasi.
Ia menyebut keterbukaan informasi menjadi kunci untuk mencegah munculnya ketidakpastian dan spekulasi di tengah masyarakat. Menurut Fredrik, proses hukum melalui Citizen Lawsuit menjadi jalur sah untuk menguji akuntabilitas negara secara terbuka.
Didukung Kekuatan 114 Advokat
Fredrik juga menyoroti keterlibatan Tim Bantuan Hukum dan Pencari Keadilan yang terdiri dari 114 advokat dalam mengawal perkara tersebut.
Ia menilai dukungan advokat dalam jumlah besar menunjukkan bahwa kasus ini mendapat perhatian serius dari kalangan praktisi hukum. Menurutnya, dukungan tersebut juga mencerminkan solidaritas terhadap perlindungan aparat penegak hukum di Indonesia.
Pertanyaan Terhadap Prosedur Pencarian
Fredrik menyampaikan bahwa gugatan diajukan karena adanya sejumlah pertanyaan terkait prosedur pencarian Iptu Tomi. Ia menyebut adanya perbedaan informasi yang diterima keluarga yang dinilai perlu dijelaskan secara transparan melalui proses hukum.
Menurut Fredrik, kejelasan proses pencarian sangat penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga kepercayaan publik.
Kasus Dinilai Berdampak Nasional
Fredrik menilai penyelesaian perkara ini tidak hanya berdampak bagi keluarga korban, tetapi juga terhadap sistem perlindungan aparat secara nasional.
Ia menyebut kepastian hukum dalam kasus ini dapat menjadi indikator komitmen negara dalam menjamin keselamatan aparat penegak hukum yang bertugas di wilayah konflik.
Harapan Terhadap Proses Persidangan
Fredrik berharap proses persidangan dapat berjalan secara profesional, objektif, dan transparan. Ia menegaskan bahwa keluarga berharap proses hukum mampu memberikan kejelasan yang selama ini mereka nantikan.
Menurutnya, gugatan tersebut diharapkan dapat menjadi momentum pembenahan sistem perlindungan aparat negara di masa mendatang.
Jurnalis: Romo Kefas
Share this content:




Post Comment