Dari Tajur Halang, Spirit Natal Menggema: Persatuan Gereja Jadi Kekuatan Bangsa

Berita Terbaru

Dari Tajur Halang, Spirit Natal Menggema: Persatuan Gereja Jadi Kekuatan Bangsa

Dari Tajur Halang, Spirit Natal Menggema: Persatuan Gereja Jadi Kekuatan Bangsa

Bogor, Jawa Barat — Semangat Natal dan Tahun Baru kembali menjadi ruang perjumpaan iman dan persatuan umat Kristiani di Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor. Persatuan Umat Kristiani (PERUKRI) Tajur Halang menggelar perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang berlangsung khidmat dan penuh makna di Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Tajur Halang, Selasa (20/1/2026).

Ibadah yang masih berlangsung saat berita ini dipublikasikan tersebut dihadiri oleh 21 perwakilan gereja dari total 26 gereja yang ada di wilayah Kecamatan Tajur Halang. Kehadiran lintas denominasi ini menjadi penanda kuat bahwa persatuan umat tidak berhenti pada simbol, tetapi nyata dalam persekutuan dan pelayanan bersama.

Perayaan Natal tahun ini mengangkat tema “Allah Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24), sebuah refleksi iman yang relevan di tengah tantangan zaman. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Rolandi Situmorang, S.Th, yang menegaskan bahwa keluarga adalah pusat karya keselamatan Allah dan fondasi utama bagi gereja serta masyarakat.

Dalam khotbahnya, Pdt. Rolandi mengajak jemaat untuk tidak memisahkan iman dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Natal bukan sekadar perayaan liturgis, tetapi panggilan untuk menghadirkan kasih, pengharapan, dan tanggung jawab moral di tengah keluarga dan lingkungan sosial.

Ketua PERUKRI Tajur Halang sekaligus Ketua Panitia Natal dan Tahun Baru, Ibu Nurmala, dalam sambutannya menyampaikan harapan besar kepada seluruh pengurus dan anggota PERUKRI. Ia menegaskan pentingnya menjaga komitmen bersama dalam melayani Tuhan dan sesama, tanpa memandang latar belakang gereja maupun perbedaan internal.

“Persatuan ini adalah anugerah sekaligus tanggung jawab. Melayani Tuhan tidak bisa dilepaskan dari melayani sesama. Karena itu, komitmen iman dan kebersamaan harus terus dijaga,” ujar Ibu Nurmala di hadapan jemaat.

Suasana ibadah semakin terasa sakral ketika jemaat dari berbagai gereja menyalakan lilin, menaikkan doa, dan memuji Tuhan secara bersama-sama. Momentum ini menjadi simbol terang Kristus yang diharapkan terus menyala, bukan hanya di gereja, tetapi juga di ruang-ruang kehidupan sosial masyarakat Tajur Halang.

Perayaan Natal dan Tahun Baru PERUKRI Tajur Halang tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga ruang konsolidasi moral dan spiritual umat Kristiani. Di tengah dinamika sosial dan tantangan kebangsaan, persekutuan lintas gereja ini menunjukkan bahwa iman dapat menjadi kekuatan pemersatu yang meneduhkan dan membangun.

Penulis: Atma
Editor: Romo Kefas


Share this content:

Post Comment