“Bergerak Cepat, Tapi Menuju ke Mana?” Pdt. Mulianto Halim Sentil Gereja Jelang Paskah

Berita Terbaru

“Bergerak Cepat, Tapi Menuju ke Mana?” Pdt. Mulianto Halim Sentil Gereja Jelang Paskah

“Bergerak Cepat, Tapi Menuju ke Mana?” Pdt. Mulianto Halim Sentil Gereja Jelang Paskah

BANDUNG, 3 April 2026 — Menjelang Paskah, aktivitas gereja meningkat tajam. Persiapan dilakukan dengan serius, dari latihan musik hingga penyusunan rangkaian ibadah yang lebih besar dari biasanya.

Semua terlihat berkembang. Semua tampak hidup.

Namun di tengah peningkatan itu, muncul satu refleksi yang tidak biasa.

Pdt. Mulianto Halim, Ketua PGLII Kota Bandung sekaligus Sekretaris Umum Sinode GKKI, mengingatkan bahwa pertumbuhan aktivitas belum tentu sejalan dengan ketepatan arah.

“Kita bisa bergerak cepat, tetapi belum tentu menuju tujuan yang benar,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan gereja hari ini bukan pada kurangnya kegiatan, melainkan pada kecenderungan kehilangan pusat dari iman itu sendiri.

Ia menegaskan bahwa pusat tersebut tidak pernah berubah—yaitu salib.

“Salib bukan sekadar simbol. Itu adalah penentu arah. Tanpa itu, semua yang kita lakukan bisa kehilangan makna,” tegasnya.

Dalam refleksinya, ia juga menyoroti kecenderungan banyak orang yang ingin mengalami perubahan tanpa melalui proses yang seharusnya.

Ingin dipulihkan tanpa penyerahan.
Ingin bangkit tanpa pergumulan.

Padahal, menurutnya, perjalanan iman selalu melibatkan proses yang membentuk.

“Kita tidak bisa memisahkan kebangkitan dari salib. Keduanya adalah satu kesatuan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Paskah seharusnya tidak hanya dipahami sebagai perayaan tahunan, tetapi sebagai momentum untuk kembali mengevaluasi arah hidup.

Di tengah kehidupan kota Bandung yang dinamis dan penuh tekanan, pesan ini dinilai relevan bagi banyak orang yang terus bergerak, namun jarang berhenti untuk memastikan arah.

“Yang kita butuhkan bukan hanya langkah yang cepat, tetapi arah yang benar,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, ia mengajak gereja untuk kembali kepada esensi iman yang sesungguhnya.

“Selamat Paskah. Jangan hanya berjalan—pastikan kita berjalan di arah yang benar.”

(Tim Redaksi)

Share this content:

Post Comment

You May Have Missed